Cerai atau Bukan?

Perlu diketahui bahwa tentang lafazh Talak (cerai), para ulama membagi menjadi dua:

  1. Lafazh Sharih (nyata;tegas),yaitu: lafazh yang ketika di ucapkan dipahami sebagai talak dan tidak ada makna lain. Contoh : “ Engkau saya talak”, “Engkau ditalak”(dicerai), dan semacamnya yang menggunakan kata “talak”. Jika seorang suami mengucapkan lafazh sharih talak ini, makan talak pun terjadi, baik dia bersendaugurau, main-main, ato tidak berniat. Dalilnya adalah Hadist di bawah ini : “ Dari Abu Hurairah, bahwa Nabi SAW bersabda, “Tiga (perkara), bersungguh-sungguh, dan main- main pada tiga (perkara itu) berarti sungguh-sungguh yaitu nikah,talak, dan rujuk.1
  2. Lafazh Kinayah (sindiran;tidak tegas), yaitu lafazh yang bermakna talak dan bermakna bukan talak. Contoh , “ Pulanglah keumah orang tuamu”,”engkau bebas”, “engkau kulepaskan”, dan lainnya. Lafazh kinayah(sindiran) talak ini, jika diucapkan seorang suami kepada istrinya, maka tidak jatuh talak, kecuali dengan niat talak. 2

Tentang perkataan seorang suami kepada istrinya “kita pisah dulu saja”,menurut kami ini termasuk lafazh kinayah (sindiran). Jika sang suami tidak berniat mentalak istri dengan ucapan itu, maka tidak jatuh talak. Namun jika sang suami meniatkan talak dengan ucapanya itu, makan talak terjadi. Allah SWT maha mengetahui isi hati hamba-nya. Maka , kami nasehatkan kepada para suami yang sedang menasehati atau memperingatkan istrinya untuk tidak mudah mengucapkan kalimat yang bermakna cerai terhadap istri, baik dengan lafazh yang sharih maupun kinayah, karena hal itu pasti akan menyusahkan istrinya dan membawa kepada permasalahan. Wallahu a’lam.

1 HR Abu Dawud, no 2194; at-Tirmidzi,  no 1184; Ibnu Majah,no 2039: dihasankan oleh Syaikh al-Albani

2 Diambil dari kitab Al-wajiz fi Fiqhis Sunnah wal kitabil Aziz, hlm.322,karya Syaikh ‘Abdul ‘Azhim al-Badawi

 

Dikutip dari : Majalah As-Sunnah edisi 11 No.11/Thn. XIII Shafar 1431 H / Februari 2010M

Tentang nasrulm2

Saya lahir di Medan 05 Nopember 1989, Saya berdarah Padang Sumatra Barat, Tamatan YPAI SMK ERIA 2008, Segala Sesuatunya hanya milik Allah SWT, Jika Allah Berkehendak.. tiada satupun yang bsa menghalang... karena Allah maha Besar...tiada yg berhak disembah kecuali Allah.. Tiada yang tak mungkin jika Allah menginginkan nya....
Pos ini dipublikasikan di Kajian, News dan tag . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s